**Era Reformasi Era Laten Kapitalisme dan Kapitalisasi**


Aku dulu berteriak Reformasi, lalu aku malu sekarang ini. Euforia yang dulu itu sekarang menyakiti. Pancasila terjebak dini. Nyatanya, Laten Reformasi adalah manifestasi kapitalisasi. Kau pancing Pancasila memakan Demokrasi dan Globalisasi. Lalu kau gigit dagingnya disana-sini.

Lihatlah korporat yang singgah itu, lalu menghisap, lalu pergi. Apa yang kau dapati? Aku tanya lagi, apa yang sekarang bisa kau dapati? Minyakku menyakmu sekarang terbuka bagi pemodal ini. Karena Pancasila terjebak dini. Ya, aku ulangi yang ketiga kali, Pancasila terjebak dini.

Reformasi memangkas subsidi. Eksekutif itu akan memangkas subsidi. Apakah mereka tak bisa bikin kategorisasi? Bukankah sudah kau pikir klasifikasi? Sulitkah mereka membuat kelas-kelas distribusi?

Lihat partai politik itu, lihatlah parasit mereka. Produknya pun rakitan membawa bencana. Karena rumah terlalu terbuka. Pada akhirnya, mereka bahkan tak mengenal kau di sana. Lalu apakah engkau akan bersuara kepadanya? Apakah nanti engkau yakin akan bersuara kepadanya? Jika kau pilih mereka, jangan tertipu silau kilapnya. Karena hakekatnya mereka menyembunyikan karatnya.

Jika engkau mau, makanlah jamu ini. Jamumu itu sangat pahit kini. Jika engkau mau, takkan ada lagi Laten Reformasi, takkan ada lagi manifestasi kapitalisasi, takkan ada lagi korporatokrasi.

Embargolah dirimu sendiri. Sengsara itu akan berbau nikmat generasi-generasi. Penuhilah garuda dengan restriksi. Kurangi dagang kepada Korporat Asing kini, maka tipu muslihatnya akan berhenti. Takkan miskin di dalam rumah yang kaya ini lagi. Sekali lagi, takkan miskin di dalam rumah yang kaya ini lagi....

PS : Dari catatan pribadiku

0 comments:

Poskan Komentar

Template Copyright 2009 and Designed By Cahaya Biru