Perbedaan Epistemologi Sufi dan Ulama’

Posted by Cahaya Biru On 2008

Dalam buku Ihya Ulumuddin, Imam Al-Ghazali mengulas perbedaan epistemologi antara jalan 'Ulama dan Sufi. Sedangkan, uraian secara singkat, kita dapat menemuinya di buku Mursyidul Amin. Kami mengulas hal ini karena tema ini adalah tema yang menarik. Kami menyuguhkan model untuk menggambarkannya secara artifisial. Maksudnya, model ini hanya gambaran, dan bukan merepresentasikan kondisi yang sesungguhnya. Singkatnya, uraian ini adalah ringkasan dari topik perbedaan metode shufiyah dan 'ulama di dalam Buku Ihya' Ulumuddin….

Studi Teori Ushul-Fiqih dalam Analisis Kebijakan

Posted by Cahaya Biru on 2008

Aliran Konstruktivism berpendapat bahwa eksistensi realitas adalah konstruksi mental dan relatif ada pada siapa saja yang memilikinya. Pemerintahan Negara yang memiliki warga mayoritas Muslim telah memakai “fiqih” sebagai pengetahuan relevan bagi kebijakan publik. Lebih lanjut, Muslim menyebut tekhnik pembuatan-keputusan untuk memproduksi fiqih melalui term “ushul fiqih”... ...

Sejarah Ijtihad Tertutup

Posted by Cahaya Biru on November 2008

Sekitar abad 5 H / 11 M, para Fuqaha mengeluarkan pendapat larangan ijtihad di kajian Fiqih. Setelah opini ini terbentuk dan disepakati, dia menjadi paradigma baru yang dikenal sebagai "Penutupan Pintu Ijtihad (insidad fii al-bab al-ijtihad)” atau ”Pintu Ijtihad Tertutup”. Dilain hal, paradigma itu disebut sebagai Era Fanatisme, yaitu suatu periode ketika berkembang pikiran taqlid (Fanatisme Buta). Yang paling parah, muslim awam mengkultuskan Mujtahid terdahulu. ...

Tentang Hakekat Kecerdasan

Posted by Cahaya Biru On 2009

Sebagai Ahli Genetics, Sophie selalu bicara quadrant otak A, B, C, dan D. Saya sempat bingung dengan kuadran-kuadran itu. Mendengar istilah tersebut, saya penasaran. Terus kuketik saja keyword brain quadrant di search engine om google. Lap...lap... lalu muncul.

Tentang Hakekat Kecerdasan Bagian II

Posted by Cahaya Biru On 2009

Diskusi SMS terus berlanjut... Dalam hatiku, dengan semangat aku berkata "sekarang adalah giliranku". Ya, inilah giliranku menguraikan prinsip kecerdasan. Menurutku, kecerdasan bukan berdasarkan otak-nya. Atau bahkan, seberapa tinggi IQ yang dimiliki seseorang. Namun, tingkat nafsu adalah ukuran kecerdasan seseorang.

Blogger Template Cellar Heat

Rabu, November 26, 2008


Fiuh....Template yang satu ini benar-benar sangar.... Cellar Heat. Dari Wordpress, kemudian dirubah ke Blogger. Siip Magznetwork.com



Jika Pingin Download ----> klik disini

Read On

Sejarah Ijtihad Tertutup dan Pertentangan Budaya Keilmuan Dunia Muslim

Kamis, November 20, 2008

Sekitar abad 5 H / 11 M, para Fuqaha mengeluarkan pendapat larangan ijtihad di kajian Fiqih. Setelah opini ini terbentuk dan disepakati, dia menjadi paradigma baru yang dikenal sebagai "Penutupan Pintu Ijtihad (insidad fii al-bab al-ijtihad)” atau ”Pintu Ijtihad Tertutup”. Dilain hal, paradigma itu disebut sebagai Era Fanatisme, yaitu suatu periode ketika berkembang pikiran taqlid (Fanatisme Buta). Yang paling parah, muslim awam mengkultuskan Mujtahid terdahulu. Sebenarnya, Fuqaha mengarahkan pintu ijtihad tertutup pada bidang teologi dan ritual yang bersifat doktrin ketimbang keputusan rasional yang selalu bisa berubah. Namun, kesalahpahaman terus berlanjut dan meluas di Dunia Muslim yang berlangsung selama 7 abad. (Hallaq, 1984)

Lebih dari itu, pada saat yang sama, politik kuasa Khalifah Dunia Muslim mengalami situasi lemah. Kekhalifahan Abbasyah, dimulai dari Khalifah ke-8 hingga ke-27, yang melindungi 2 (dua) tanah suci, menjadi Boneka. Pemegang kekuasaan sebenarnya adalah Rezim Militer Buwaihi yang dikuasai para jenderal. Kemudian, berganti kuasa di bawah Amir ’Umara’ yang kebanyakan bersifat keluarga-keluarga. Sistem kekhalifahan dunia Muslim, pada abad-abad ini, bisa dibilang mengambil bentuk Rezim Militer dan Aristokrasi. Khalifah Abbasyah hanya sebagai lambang. Sedangkan, kekuasaan sebenarnya berada di tangan jenderal militer dan keluarga Seljuk. (Lihat, Hitti )

Ijtihad tertutup berawal dari kesalahpahaman masyarakat fiqih. Awalnya berkembang opini bahwa tak-ada figur yang menyamai Imam terdahulu. Pandangan opini bermula dari anggapan bahwa figur dan personifikasi mujtahid telah hilang. Banyak teori kelayakan mujtahid muncul, yang itu semua lebih bersifat teoritis dan retrospektif yang dipakai guna menjatuhkan orang-orang yang berusaha mengembangkan kajian fiqih. Pada kenyataannya, sejak ushul fiqih bersifat interdisipliner/multidisiplin, tidak ada mujtahid yang mampu mengetahui segala ilmu di bumi. Karena itu, kecenderungan kelayakan mujtahid diarahkan dan dipersempit sebagai teori kelayakan bagi seorang Agamawan yang sangat-sangat ideal.

Lebih lanjut, terjadi debat sengit di antara Fuqaha. Ibnu Aqil, seorang fuqaha mazhab Hanabilah, berdebat dengan seorang Fuqaha mazhab Hanafiyah yang tidak diketahui namanya. Ibnu Aqil (w. 513 H / 1119 M) menolak pendapat tertutupnya pintu ijtihad yang dilontarkan fuqaha Hanafiyah tersebut. Dengan kata lain, Ibnu Aqil juga menentang paradigma Era fanatisme. Akan tetapi, sayangnya, opini ijtihad tertutup semakin kuat di masyarakat fiqih abad 6 H / 12 M. (Hallaq, 1994; lihat pula Rofiq, 2005)

Secara kontekstual, ijtihad tertutup mengakibatkan fiqih menjadi stagnan (berhenti / tidak berkembang), yang ini, nantinya berpengaruh terhadap semangat keilmuan Muslim. Dampak ijtihad tertutup terhadap fiqih, Fiqih cenderung hanya memperjelas (syarah), memahami, dan meringkas (ikhtisar) buku lama.
Kajian fiqih menjadi seperti berikut ini :
1)kajian fiqih hanya dibatasi pada apa yang ada dalam buku fiqh
2)kajian fiqih meringkas masalah cabang (furu’) dalam uraian singkat
3)kajian fiqih memperbanyak pengandaian dalam masalah.

Di lain pihak, para Fuqaha sibuk mengadakan penelitian pendapat Imam madzhab. Walaupun upaya penyelidikan itu bukanlah hal negatif dan fanatisme buta, akan tetapi, muslim tidak bisa mengelak, bahwa ijtihad tertutup berpengaruh terhadap merosotnya kreasi ilmu pengetahuan dan cakrawala intelektual Peradaban Dunia Muslim.

Sementara itu, keadaan keilmuan Dunia Muslim mengalami situasi gaduh. Muslim terlibat debat filosofis yang panjang. Lagi-lagi, Fuqaha terlibat dalam hal ini. Berkembang suatu debat di mana Fuqaha menyerang filsuf muslim dan ahli tasawwuf. Serangan kepada Filsuf Muslim didasari pendapat bahwa sejak abad 4-5 H / 11-12 M para Fuqaha gelisah melihat Filsuf Muslim yang seenaknya dalam menafsirkan Qur’an dan Sunnah. Karena itu, Fuqaha menuduh ajaran filsafat dan Ilmu Logika sebagai sebab utama. Opini dibentuk dan muncul slogan yang terkenal “man tamanthoqo tazandaqa” (barangsiapa yang belajar Ilmu Manthiq (Ilmu Logika) maka dia adalah kafir zindiq)

Tetapi, tuduhan itu tak sepenuhnya benar karena Logika dan Filsafat memberi sumbangan Ilmu kepada Peradaban Dunia Muslim. Muslim menjadi penemu ilmu di bidang filsafat natural dan moral. Akan tetapi, masih saja, kegaduhan dan salah-paham terus berlanjut.

Slogan "man tamanthoqo tazandaqo" laris manis, yang kemudian menjadi boomerang bagi Peradaban Dunia Muslim itu sendiri. Kajian, penelitian, dan upaya investigasi Filsafat Moral dan Natural semakin berkurang. Wal hasil, abad 16 M, Dunia Muslim menjadi defensif sebagai ganti dari era kejayaan. Ibnu Khaldun, seorang sejarawan dan Satu ahli yang merintis Ilmu Sosiologi, menyatakan:
Demikianlah masa sekarang ini (abad 14 M pen.) telah sampai berita-berita kepada kami bahwa ilmu-ilmu filsafat telah mengalami kemajuan yang pesat di negeri Franka, di tanah Eropa, daerah-daerah bagian utara yang berdekatan dengannya. Teori-teorinya telah diperbaharui kembali, tempat-tempat mempelajarinya banyak, buku-bukunya serba mencakup dan terdapat dalam jumlah yang memadai, sedangkan orang-orang yang mempelajarinya juga sangat banyak. Hanya Tuhanlah yang tahu apa yang terjadi disana. Ia menciptakan dan memiliki apa saja yang dikehendakinya (Khaldun dikutip dari Biyanto, 2004:34).

Dilain pihak, Peradaban Eropa yang membawa warisan Yunani dari Peradaban Muslim mengalami Era Renaissance (Era Pencerahan). Pendeta-pendeta Gereja, sebagai kelompok terpelajar di Eropa, sangat menyukai Ibnu Rusyd (Averoes), bahkan, menegaskan aliran Averoism. Sebaliknya, Sistem Dunia Muslim yang dulu mengalami kejayaan, lambat laun mulai menampakkan kemerosotan. Masa puncak Dunia Muslim mulai mengalami masa turun, hingga kemudian tidur pulas. Phillip K. Hitti, seorang professor Harvard, keturunan Arab Palestina, menyebut era 12 M – 18 M adalah era di mana Keilmuan Dunia Muslim berlari di tempat. Sedangkan, Bernard Lewis menyebutnya sebagai Periode Defensif sebagai ganti dari Periode Kejayaan.

Demikian juga, ahli fiqih memprihatinkan ajaran mistik (kebatinan) dan asketis (kepertapaan) yang Phillip K. Hitti menyebutnya sebagai adopsi dari Tradisi keilmuan India. Ahli fiqih menunjuk ajaran tasawwuf. Namun, ahli fiqih masih saling tarik-menarik pendapat terhadap tasawwuf. Satu kelompok Fuqaha menganggap bahwa tasawwuf bisa menjadi penyeimbang rasio yang berlebihan. Sementara itu, kelompok Fuqaha lain menganggap bahwa tasawwuf adalah terdakwa utama kemunduran peradaban Muslim.

Pada abad-abad 12-15 M, masyarakat keilmuan muslim terbagi menjadi 2 (dua), yakni: masyarakat ilmuwan maghrib (barat) dan masyriq (timur). Masyarakat maghrib (barat: Spanyol, Maroko, Tunisia) menerima filsafat selama tidak bertentangan dengan Qur’an dan Sunnah. Tapi, Ulama’ Maghrib melarang ajaran tasawwuf diajarkan secara luas kepada muslim awam di daerahnya. Raja Muslim Granada, Andalus, bahkan pernah mengadakan inspeksi di setiap rumah guna menarik setiap buku tasawwuf yang ada. Meski ada tokoh Sufi seperti Ibn Arobi dan lain-lain hadir dari Maghrib, Buku Ihya' Ulumuddin karya Ghazali menjadi bahan bakar api unggun pesta kerajaan Andalusia abad 12 M. (lihat, Syazadli, Munawir, 1993). Sedangkan, masyarakat masyriq (Timur: Mesir, Iraq, Iran, India, Yaman, dan sekitarnya) berupaya menghambat ajaran filsafat manapun, dan membolehkan tersebarnya dominasi Ilmu tasawwuf melalui eksistensi kelompok thariqah.

Karena itu, ada perbedaan budaya ilmu antara Ulama' Masyriq dan Maghrib. Ulama’ Muslim Maghrib (Barat) sangat menghargai Filsafat sebagai bagian dari tradisi Barat/Yunani, dan mereka secara dominan meninggalkan Tasawwuf. Sedangkan Ulama’ Muslim Masyriq (Timur) menghargai Tasawwuf sebagai bagian Tradisi Timur/India, dan mereka secara dominan menghambat Filsafat. (lilhat Ibnu Rusd, Al-Fasl Wa Maql; Ghazali, Tahafut).

Sekarang ini, dalam mempelajari dan mendidik kedua ilmu tersebut (Filsafat dan Tasawwuf), Fuqaha memberi kualifikasi tertentu. Fuqaha menyarankan pengajaran dengan “cara yang baik” dan “kemampuan intelektual”. Lebih dari itu, muslim awam tidak disarankan mempelajari keduanya, baik itu Filsafat atau Tasawwuf.

Peradaban berganti seperti Siklik. Satu era akan mengalami kejayaan, tapi di era yang lain akan mengalami penurunan. (lihat, Khaldun, Muqaddimah). selama 7 abad dunia muslim mengalami masa gemuk, yang dimulai dari munculnya Rasul SAW hingga jatuhnya Baghdad. Begitu pula, terhitung mulai jatuhnya Baghdad pada tahun 1258 M hingga munculnya Abduh, selama 7 abad Dunia Muslim mengalami masa kurus. Sekarang ini, seharusnya, Dunia Muslim masuk pada era bangkit dari tidurnya yang panjang selama 7 abad kurus itu.

Hai, para Murid-murid Ilmu Fiqih, Bangkitlah, Bangkitlah, Bangkitlah dari tidurmu,............


NB: 7 abad gemuk dan 7 abad kurus hanya sekadar thesis/teori dari kami. Anda boleh menerima atau tidak.


Daftar Pustaka

Hallaq, Wael B. 1994. Law And Legal Theory In Classical And Medieval Islam. Burlington: Ashgate

Roy, Muhammad. 2004. Ushul Fiqh Mazhab Aristoteles: Pelacakan Logika Aristoteles Dalam Qiyas Ushul Fiqh. Yogyakarta: Safiria Insania

Schacht, Josepht. 2003. Pengantar Hukum Islam. Terj. An Introduction Of Islamic Law. Yogyakarta: Islamika

Schacht, Joseph. 1984. An Introduction To Islamic Law. Oxford: Oxford University Press.

Syadzali, Munawwir. 1993. Islam Dan Tata Negara: Ajaran Sejarah Dan Pemikiran. Jakarta: UI Press

Syafi’i, Rachmat. 2002. Ilmu Ushul Fiqh. Jakarta : Pustaka Setia

Biyanto. 2004. Teori Siklus Peradaban: Perspektif Ibnu Khaldun. Surabaya: LPAM

Rusyd, Ibnu. Al-Fasl Wa Maqal

Ghazali, Abu Hamid. Al-Munqidh Min Adh-Dhalal

Lewis, Bernard. 1990. The Root Of Muslim Rage

Hitti, Phillip K. History Of Arabs

Khaldun, Ibnu. Muqaddimah


Read On 6 comments

Doktrin Klasik Administrasi Publik Seri 02

Kamis, November 20, 2008


Ini adalah lanjutan dari "Seri Pertama". Ingin baca Seri Pertama Klik Disini



Terlepas dari perdebatan di atas tentang siapa yang awal, Paradigma Amerika mendistribusikan teori mereka secara besar-besaran. Fenomena tersebut terjadi ketika Roosevelt merefleksikan ide Woodrow Wilson melalui New Deal. Setidaknya tercatat 21 agensi mengurusi masalah publik. Publik Work Administration (PWA) dan badan-badan lain tidak hanya diisi administrator tapi juga diisi ilmuwan sosial lainnya. Setelah Perang Dunia II, Administrasi Publik meluas ke negara lain dan negara berkembang, termasuk Indonesia.

Stillman II mendeskripsikan ciri dan memberi kritik kepada perkembangan Administrasi Publik Amerika. Menurutnya, Paradigma Amerika banyak berpikir pendekatan induktif, interdisipliner, dan fokus administrasi adalah pada fenomena. Standar ini berkaitan alat analisis empiris dari ilmu-prilaku (behavioural Science), Sosiologi, ekonomi Kuantitatif, dan Psikologi. Namun, menurut Stillman II, kesemuanya itu tidak berjalan bagus guna mengatasi masalah negara modern. Karena itu, Stillman II merekomendasikan gabungan pendekatan normatif dan empiris. (Kickert & Stillman II (eds), 1999:259).

Lebih lanjut, Yahezkel Dror bercerita bahwa Administrasi US menggunakan teori mikroekonomi, ekonomi kesejahteraan, dan teori keputusan kuantitatif. Alat utama dari pendekatan ini adalah “Riset Operasi” dan profesional baru dari pendekatan ini adalah analis sistem. Karena itu, alat analisis ekonomi memberi sumbangan bagi teori membuat kebijakan.

Perkembangan ini menunjukkan invasi teori pembuatan-keputusan dari Ilmu Ekonomi, yang sebenarnya berada jauh di seberang Ilmu Ekonomi. Invasi ini tidak dapat dihindari dan bisa menguntungkan, namun juga bisa menakutkan dan membahayakan. Menurut Dror, invasi itu tidak bisa dihindari karena basis teoritis yang berkembang maju dalam teori pembuatan-keputusan adalah berasal dari Ilmu Ekonomi. Sedangkan, bisa menguntungkan, karena pendekatan Ekonomi bisa memberi kontribusi dalam pembuatan keputusan publik. Selanjutnya, bisa menakutkan, karena tidak cukup alasan untuk berurusan dengan banyak elemen kritis dan distorsi pembuatan kebijakan publik. (Dror, 1967 dalam Shafritz & Hyde, 1991:299)

Metode Kuantitatif Ekonomi mungkin berguna menciptakan poin pasti. Tapi nilai dalam kehidupan manusia, bebas dari rasa sakit dan kesengsaraan, keselamatan di jalan raya, dan udara bersih sangat sulit dihitung dan diukur dalam istilah moneter. Pada intinya, Administrasi dan Kebijakan publik menurut alat analisis Ekonomi sangat dominan pada tujuan efisiensi.

Daftar Referensi

Dror, Yahezkel. 1967. Policy Analyst: A New Professional Role In Government Service. dalam Shafritz, Jay M. & Hyde, Albert C. (eds). 1992. Classics Of Public Administration (3rd Ed). California: Brooks/Cole Publishing Company Pacific Grove. (hal 297-304)

Frederickson, George. 1970. Toward New Public Administration. dalam Shafritz, Jay M. & Hyde, Albert C. (eds). 1992. Classics Of Public Administration (3rd Ed). California: Brooks/Cole Publishing Company Pacific Grove. (368-381)

Gupta, Dipak K. 2001. Analyzing Public Policy: Concepts, Tools, and Techniques. Washington: CQ Press

Henry, Nicholas. 2004. Public Administration And Public Affairs. (9th ed.). New Jersey: Prentice Hall International Inc. Englewoods Cliffs

Henry, Nicholas. 1995. Administrasi Negara Dan Masalah-Masalah Publik. Jakarta: RajaGrafindo Persada

Islamy, M. Irfan. 2003. Prinsip-Prinsip Kebijaksanaan Negara. Jakarta: P.T. Bumi Aksara.

Shafritz, Jay M. & Hyde, Albert C. (eds). 1992. Classics Of Public Administration (3rd Ed). California: Brooks/Cole Publishing Company Pacific Grove.

Wilson, Woodrow. 1887. Introduction To Study Administration. dalam Shafritz, Jay M. & Hyde, Albert C. (eds). 1992. Classics Of Public Administration (3rd Ed). California: Brooks/Cole Publishing Company Pacific Grove. (hal 11-24)

Read On 0 comments

Postcard In My "Rehabilitation" Day

Jumat, November 07, 2008



My Diary...........

November 3rd, 2008, a postcard from my wife arrived. Beautiful picture, viewing background of Omar Ali Saefuddien Mosque is so wonderful. That is my 2nd postcard from outside Indonesia. The first one was from Google Adsense which give my PIN NUMBER Information.

Brunei Darussalam, a small country in north of Borneo Island, is one of oil rich countries. I've never been there before, even, until now. Once, I have planned taking my Master's Degree in University Of Brunei Darussalam (UBD), or any College that would give me opportunity to be one of their postgraduate students. :). But I've never sent any proposal to those college anyway so that they've never identified me. heh heh heh. However, I promise to you guys, I will take my postgraduate as soon as possible. God never leave me... never... He is always in my heart.

I can't imagine that the women I love, is from outside Indonesia. That is out of my plan. My Wife, She is from Kinabalu, Negeri Sabah, Malaysia. She wrote that I was torturing her heart. Just because I wanted to take sometime to reorganize my mind and soul.

Previously, in October, 8th 2008, 23 days before the postcard arrived, I had proposed 40 days in which we could not make a call or send SMS. We called it the "rehabilitation" day, which was being inspired from 40 days Moses in Jabal Thur. There is rules of My "cleaning heart and soul" program. First, We must not make affair. Or, We must stay to our commitment each other. Second, as you can see, we couldn't make a phone call and send message. Now, we just pass the first rules. But not the second.

It should be November, 17 2008, that we can communicate again. I have told her that is still 10 days remaining. But, she insist for shortness and said "deal or no deal?". If I take "no deal", she will proceed 3 months rehabilitation. And, it is too hard for me. Ohh....My Wife....!!!

Eventhough we broke the second rules, the good news is we still stay in the first rules, the most and very most important rule. Forever and ever...

I love u hun....
Alhamdulillah....

I hope that after our "rehabilitation" program we can make better creation and masterpiece...


Read On 0 comments

Have A Nice Day dengan Blog

Kamis, November 06, 2008


Bermain-main dengan blog bagi sebagian orang bisa menyenangkan mereka. Saya sendiri bisa disebut nyandu. Lebih dari itu, ada blogger professional banyak menulis bahwa blog bisa menghasilkan uang. Sedangkan Saya sendiri asyik-asyik saja.

Awalnya, kita senang karena blog bisa melatih membuat tulisan. Ada juga yang memakai blog sebagai ajang ekspresi. Atau yang lebih norak, blog menjadi ajang narsis. Ini lho aku, ya... inilah diriku, mencintai diri sendiri sehingga Lupa-Diri (LD), begitulah kira-kira narsisme.

Blog jadi tempat dan wadah bagi remaja yang mulai beranjak dewasa. Awalnya saya menemui seorang friendster mania. Getol datang ke friendster. Berjam-jam berharap mendapat tanggapan, komentar, atau mungkin berkenalan dengan anggota cantik dan ganteng. Bahkan, ada pula yang terobsesi mendapatkan friendster comment hingga 10.000. Wooww...!!!

Namun, tiba-tiba, dia menulis lebar-lebar
“Aku pindah ke Blog bla bla bla…., friendster tidak menjadi wadah produktif”.
Ternyata, remaja itu pindah jadi blogger daripada friendster mania. No problem. Semua pilihan terserah anda.

Lain lagi, ada blog yang dijadikan ajang kritik massal. Tidak ilmiah sih, bahkan kampungan. Ada komentator yang menanggapi secara serius, ada pula yang tenang-tenang saja, ada pula yang ketawa-ketiwi karena merasa senang.

Komentarnya tidak panjang, tapi puuuaaaaaaanjang, sampai ratusan. Wah-wah-wah. Saya ingat permainan masa kanak-kanak, gang, bolo-boloan (bahasa jawa). Bau politik juga sih. Ada poros A, poros tengah, dan Poros B. Sedangkan penulis artikel itu lari tunggang langgang. Cuek bebek. Wek-wek.

Ada pula blog yang menyajikan isi lowongan kerja dan beasiswa yang didapat dari copy-paste sana-sini.
“Biarin saja, yang penting bisa menghasilkan. Selama pihak berwenang tidak protes, saya kira, itu sah-sah saja. Mereka, Perusahaan yang mencari karyawan, juga dibantu promosi pro-aktif dari orang lain. Tanpa membayar lagi.”

Kutipan itu fiktif. Tak-ada yang pernah berkata dimikian kecuali saya sendiri. Saya sih hanya membayangkan blogger lowongan kerja berargumen ketika dikritik penulis-penulis blog lain.
Who care. I don’t wanna think about it.

Penerimaan blog sebagai ajang di web sudah membanjir. Bahkan, mungkin, sudah mengalahkan web profesional. Banyak warna, banyak etika, dan banyak jenis blog hadir. Pilih aja informasi yang tepat untuk anda. Periksalah dengan seksama. Ambil manfaatnya, dan have a nice day.

Artikel ini diambil dari blog kami yang lain, yang sedang dalam perbaikan.
http://mendandani-blog.blogspot.com


Read On 7 comments

Jangan Takut Jadi Blogger yang kreatif

Rabu, November 05, 2008


Untuk jadi blogger yang kreatif kita perlu paham bahasa HTML dan CSS. Itu semua dasar. Mudah kok. Di web, semua teorinya ada. Itu semua hanya butuh sedikit ketelitian dan logika. Saya sendiri awalnya tidak paham. Kemudian akhirnya sedikit paham. He he he sedikit paham. Padahal saya tidak punya latar pendidikan komputer atau TI yang sah. Gak ada sertifikat dan ijazah.

Tambahan lagi, jangan takut malu. Bertanya ke orang lain tentang pengetahuan adalah gerbang mendapat ilmu. Orang yang memberi ilmu bisa disebut sebagai orang yang mulia. Hehehe kok jadi seperti ceramah yaa. Singkatnya, jangan malu dan jangan patah semangat. Jika salah, No problem. Cuek aja lagi.

Ada pepatah mengatakan Lebar Duniamu adalah Selebar Bahasa yang kamu ketahui. Kebetulan sekali bahasa HTML dan CSS itu dibuat berdasarkan bahasa inggris.
Jika kamu bisa bahasa Inggris, itu bisa jadi modal yang bagus untuk memahami.
Terus orang yang paling banyak ngomong di dunia saat ini kebanyakan pake bahasa Inggris. Jadi belajarlah bahasa dengan bagus.

Bahasa Inggris itu gampang. Lha wong anak umur 4 tahun saja bisa. Kenapa kamu yang lulusan S1, S2, dan S3 tidak bisa. Malah pergi ke penterjemah untuk menuliskan tugas-tugas. He he he. Aku minta maaf lho jika ada yang tersinggung tentang ini. Maaaf yaa.

Yang paling penting adalah semangat 45. Jangan takut salah. Tidak ada pak polisi. Tidak ada penjara. Tak ada Semester Pendek mengulang mata kuliah. Tak ada cercaan dari dosen kritik. Just easy going.

Artikel ini, diambil dari Blog kami yang lain, yang masih dalam perbaikan.:)
http://mendandani-blog.blogspot.com


Read On 7 comments

PartOfTheGAME.tv dan Gagasan Baru bagi Web TV

Selasa, November 04, 2008


Gagasan TV baru yang direncanakan untuk masa depan Televisi bagi penggila bola telah hadir. www.partofthegame.tv berurusan dengan Fans Sepak Bola yang bergairah.



WEB TV ini membawa gagasan TV masa depan, yakni, bahwa penonton tidak hanya menjadi konsumen pasif. Penonton menjadi Pengguna (Users), dan menyumbang isi.

Prinsip di belakang Carlsberg's web-tv (Web TV baru milik Carlsberg) adalah pengguna bisa berpartisipasi dalam proses editorial dan memasukkan isi Video. Ini merupakan cara yang sama seperti You Tube bisa menarik orang dan meng-upload (mengunggah) banyak video dari orang lain.

Partofthegame.tv memiliki tim editorial untuk memproduksi cerita, tapi pengguna juga punya peranan kunci sebagai pengembang isinya. Karena itu, di PartOfTheGame.tv, pengguna bisa membuat profile dan meng-upload video tentang keadaan, pikiran, dan kehidupan mereka sebagai suporter FootBall/Soccer (Sepak Bola).

Tambahan lagi, www.partofthegame.tv lebih dari sebuah web channel TV. Dia merupakan media komunitas pecinta Sepak Bola di seluruh dunia untuk bertemu, bersaing, berkumpul dan menantang satu sama lain. Didalamnya, Fans disuruh membangun profil baik tentang warna kebanggaan mereka, membuat komentar, mengekspresikan gairah kepada tim kebanggaan mereka, upload video favorit atau, mungkin, menantang dan mengajak bertarung penggemar lain. Itu sekadar info yang kami tahu dari situs resmi-nya.




Read On 2 comments

Menaruh tombol "Digg" di atas/bawah posting Blogger

Minggu, November 02, 2008


Bagaimana menaruh tombol digg di Blogspot/Blogger, seperti yang ada di pojok atas artikel blog ini. Caranya mudah kok. Benaran, gak perlu ikut bimbel, gak perlu sekolah S1 atau S4.

Pertama, kamu sign in dulu ke blogger. Terus, klik tab "Layout" (Tata Letak). Terus, pilih edit HTML. Terus, centang kotak kecil yang disampingnya ada tulisan expand widget ...bla..bla..

Bagaimana..? sudah...!!!!

cari kode HTML berikut:

<p><data:post.body/></p>



Udah, ketemu kan... masak gitu aja ga' ketemu.
Setelah itu, copy dan paste kode yang berlatar hijau di bawah ini di atas kode warna merah itu.


<div style='float:right; margin-left:10px;'>
<script type='text/javascript'>
digg_url=&quot;<data:post.url/>&quot;;
</script>
<script src='http://digg.com/tools/diggthis.js' type='text/javascript'/>
</div>



Kalau sudah di copy, maka seluruhnya jadi seperti ini.

<div style='float:right; margin-left:10px;'>
<script type='text/javascript'>
digg_url=&quot;<data:post.url/>&quot;;
</script>
<script src='http://digg.com/tools/diggthis.js' type='text/javascript'/>
</div>

<p><data:post.body/></p>




Kemudian, Save Template. Lalu, lihat hasilnya.

Hehehe... ga' perlu S4 kan..kan..


NOTE:
Jika kamu ingin tombol digg itu ada di bawah artikel, taruh aja kode HTML yang berlatar hijau itu di bawah kode HTML yang berwarna merah. Simpel kok.

jika ingin tombol itu di bawah, Bentuk-nya jadi seperti ini.

<p><data:post.body/></p>


<div style='float:right; margin-left:10px;'>
<script type='text/javascript'>
digg_url=&quot;<data:post.url/>&quot;;
</script>
<script src='http://digg.com/tools/diggthis.js' type='text/javascript'/>
</div>


Wes yaa... gampang kan... kan...


Read On 3 comments

Membuat Related Post di Blogger

Sabtu, November 01, 2008


Related Post adalah bla...bla...bla..., ga' usah didefinisikan yaa... Kamu sekalian lihat aja ke bawah, setelah artikel ini.
Disana ada link-link yang dikumpulkan secara otomatis berdasarkan "Group" atau "Categories" artikel. Fungsinya, memudahkan pembaca/pengunjung tercinta mencari artikel yang berkaitan.

Cara mbuatnya mudah kok. Tinggal copy dan paste.

Pertama-tama, kamu harus sign in ke Blogger. kedua, pilih tab "Layout" atau "TataLetak". Terus, pilih "Edit HTML". Terus, centang di kotak kecil yang disampingnya ada tulisan "Expand Widget ....bla...bla..."

BABAK PERTAMA

Setelah itu, cari kode ini

]]></b:skin>



Kemudian, copy dan paste kode CSS dibawah ini di bawah kode warna merah di atas.



<link href='http://mendandaniblog.googlepages.com/RelatedPosts.css' rel='stylesheet' type='text/css'/>
<script src='http://mendandaniblog.googlepages.com/RelatedPost.js' type='text/javascript'></script>



Sudah...udah di copy dan paste ...!!
Kalau begitu, kemudian,kamu cari kode warna merah berikut:


BABAK KEDUA

<p><data:post.body/></p>



Setelah itu, copy kode yang berlatar hijau dibawah ini, dibawah kode merah <p><data:post.body/></p> yang ada di atas.

<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<div id='related-posts'>
<font face='Arial' size='3'><b>Related Posts : </b></font><font color='#000000'><b:loop values='data:post.labels' var='label'><data:label.name/><b:if cond='data:label.isLast != &quot;true&quot;'>,</b:if><b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>

<script expr:src='&quot;/feeds/posts/default/-/&quot; + data:label.name + &quot;?alt=json-in-script&amp;callback=related_results_labels&amp;max-results=5&quot;' type='text/javascript'/></b:if></b:loop> </font>
<script type='text/javascript'> removeRelatedDuplicatesundefined); printRelatedLabelsundefined);
</script>
</div></b:if>



Jadi bentuk-nya seperti ini :


<p><data:post.body/></p>
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>
<div id='related-posts'>
<font face='Arial' size='3'><b>Related Posts : </b></font><font color='#000000'><b:loop values='data:post.labels' var='label'><data:label.name/><b:if cond='data:label.isLast != &quot;true&quot;'>,</b:if><b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'>

<script expr:src='&quot;/feeds/posts/default/-/&quot; + data:label.name + &quot;?alt=json-in-script&amp;callback=related_results_labels&amp;max-results=100&quot;' type='text/javascript'/></b:if></b:loop> </font>
<script type='text/javascript'> removeRelatedDuplicatesundefined); printRelatedLabelsundefined);
</script>
</div></b:if>



Setelah itu semua. Save Your Template. Lihat hasilnya...

Gampang kan...kan... Anak SMP aja bisa. Masa', kamu yang masuk Universitas malah ga bisa...!!! he he he bercanda kok...


Read On 47 comments
Template Copyright 2009 and Designed By Cahaya Biru