Hampir semua tujuan mengandung unsur normatif, yaitu kebaikan. Namun, jika tidak sesuai di lapangan, ini bisa mengundang perdebatan.


Di ambil dari Jawa Pos edisi 6 Desember 2008


Gambar di atas adalah rancangan bagaimana kota Mekah dibangun. Berdasarkan Jawa Pos 6 Desember, pemerintah Arab merancang pembangunan superblok Mekah yang diperkirakan selesai pada 2020. Satu tujuan yang pasti, agar jamaah haji mendapatkan layanan yang baik. Ini mungkin kalimat singkat dari kami. Tidak ada kalimat detail, karena kami tidak menemukan sumber detail pula.

Beberapa kelompok bersikap pesimis dengan rancangan tersebut. Mereka menunjukkan dalil:
Akan tiba suatu masa di mana orang-orang kaya akan pergi haji untuk bertamasya, orang yang berpunya untuk kepentingan bisnis, orang bijak untuk pamer dan orang miskin untuk mengemis.( Diriwayatkan oleh Anas r.a. )

Jika pernyataan ini memang benar dari Nabi, maka kita harus memikirkan solusi dari efek dan dampak buruknya. Karena apa yang dikata oleh Rasul adalah benar adanya. Tamasya, melulu berbisnis, sifat pamer, dan tindakan mengemis di area yang dikenal sebagai Kota "Ibadah" dan "jantung" Peradaban Dunia Muslim, mencerminkan tindakan kurang etis. Tindakan-tindakan itu adalah efek buruk tentang bagaimana Kota Ibadah diperlakukan dengan tidak semestinya.

Mekah dan Madinah adalah kota yang membuat ibadah bernilai berlipat-lipat. Itu adalah sifat alami dan keutamaan yang diberikan oleh Allah kepada keduanya. Tidak hanya berlipat ratusan kali, bahkan hingga ratusan ribu kali. Betapa beruntungnya muslim yang singgah di dalam kota itu, beribadah wajib dan memperbanyak yang sunnah. Kota impian para Muslim yang menghiasi amal-amal Ibadah mereka.

Semoga Mekkah dan Madinah tidak menjadi tempat Tamasya dan mencari titel Haji.


0 comments:

Posting Komentar

Template Copyright 2009 and Designed By Cahaya Biru